Gus Ipul Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Pastikan Sekolah Rakyat Inklusif bagi Anak Disabilitas
berita60detik.com,DELI SERDANG — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat harus menjadi ruang belajar yang inklusif bagi semua anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan saat ia meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (31/1/2026).
Setibanya di area sekolah, kedatangannya disambut antusias lewat yel-yel para siswa. Gus Ipul sempat berbicara dengan salah satu pemimpin barisan siswa, Fahry Adris, sebelum memberikan dukungan dan memeluknya sebagai bentuk apresiasi.
Gus Ipul mengatakan, seluruh proses pembelajaran di SRMP dirancang inklusif. Siswa disabilitas dan non-disabilitas belajar bersama dalam satu ruang tanpa perlakuan berbeda.
“Di sini semuanya bergabung. Inklusif, tidak dibeda-bedakan, tetap belajar bersama,” ujar Gus Ipul.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti seorang siswi penyandang down syndrome bernama Alifa. Menurutnya, meski memiliki tantangan dalam menerima pelajaran, setiap anak disabilitas pasti memiliki keunggulan yang perlu digali dan diperkuat.
“Anak dengan down syndrome memang punya hambatan belajar, tetapi mereka memiliki keistimewaan. Tugas guru adalah menemukan dan mengembangkan kehebatan itu,” ucapnya.
Lingkungan Belajar Rukun dan Bebas Kekerasan
Gus Ipul juga memberikan perhatian terhadap atmosfer keberagaman yang tumbuh di SRMP 1 Deli Serdang. Ia menyaksikan penampilan seni yang dibawakan siswa berbagai agama—Muslim, Katolik, dan Kristen—yang menari bersama di satu panggung.
Menurutnya, praktik ini mencerminkan nilai toleransi yang harus terus dijaga.
“Tidak boleh ada intoleransi. Tidak boleh ada kekerasan fisik, kekerasan seksual, ataupun bullying. Anak-anak harus dibiasakan hidup rukun sebagai sesama warga bangsa,” tegasnya.
KND Apresiasi Konsep Multi Entry Multi Exit
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Damanik, yang turut hadir, mengapresiasi konsep kurikulum Multi Entry Multi Exit yang diterapkan Sekolah Rakyat. Ia menilai sistem ini memberi ruang bagi setiap siswa—termasuk anak disabilitas—to belajar sesuai potensi dan minat masing-masing.
“Model ini menjadi filosofi Sekolah Rakyat. Setiap anak, termasuk yang disabilitas, pasti memiliki potensi yang bisa digali. Sekolah Rakyat memang disiapkan sebagai sekolah inklusif,” kata Jonna.
Ragam Penampilan Siswa Meriahkan Kunjungan
Kegiatan kunjungan ditutup dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari tarian, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Para siswa juga mempertunjukkan pidato dalam bahasa Inggris dan Arab sebagai bukti perkembangan kemampuan akademik mereka.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Anggota Komisi VIII DPR M. Husni, serta Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.(Ddy)

Komentar via Facebook